12th of May 2012
 
Assymetrical line and lace are very hip this day. Actually, I’m not into be a fashionista, but I love style. Fashion without style is just ordinary. I love wearing my ankle boots and it really could make up your style today. This one is one of my favourite outfit, so vintage. I took this picture at Seger Beach in Lombok Island. I bought my sun glasses at H&M Singapore. Love it much! My lace blouse was from some boutique in Jakarta. My sister bought the skirt in factory outlet somewhere in Bandung. My ankle boots? I bought it in Jakarta! Their website is shoefetish.com If they still worked.

Assymetrical line and lace are very hip this day. Actually, I’m not into be a fashionista, but I love style. Fashion without style is just ordinary. I love wearing my ankle boots and it really could make up your style today. This one is one of my favourite outfit, so vintage. I took this picture at Seger Beach in Lombok Island. I bought my sun glasses at H&M Singapore. Love it much! My lace blouse was from some boutique in Jakarta. My sister bought the skirt in factory outlet somewhere in Bandung. My ankle boots? I bought it in Jakarta! Their website is shoefetish.com If they still worked.

25th of March 2012
 
 

Akhirnya setelah lama menunggu dari tahun lalu, jadwal Family Trip datang juga nih! Asik banget yah? Yup Yup!

Kita beruntung nih dapat tiket Air Asia promo yang murah banget. PP Bali-Singapore-Bali dapet 700rb udah termasuk bagasi dan taxes. Lebih murah dari ke Jakarta hahaa. Tapi belinya ya dari jauh hari sih. Kami berada di Singapore mulai dari 11 Februari hingga 15 Februari. Yup, we’re going to spend Valentine’s there!

Kita terbang dari dengan menggunakan pesawat pertama. Asiknya pesawat pagi yah ga bakal delay. Kali ini bahkan maju 30 menit loh karena semua penumpang sudah datang! Ini perjalanan ketiga kali-nya ke Singapore bagiku tapi yang pertama buat yang lain. Jadi tour guide deh, tapi aku malahan suka!

Nah, sebelum berangkat tentunya kalian harus menentukan tempat tingal. Apartemen? Hostel? Hotel? Kalo aku untuk liburan seperti ini yang pastinya kita bakalan lebih sering diluar tentunya tidak terlalu mementingkan fasilitas kemewahan. Selama di Singapore aku lebih sering tinggal di Apartemen. Untuk menentukan tempat tinggal itu tergantung dari jumlah kalian.

1. Apartemen. Kalo rame-rame minimal 4 orang, mendingan tinggal di Apartemen. Hemat juga loh karena bisa masak masakan ringan sendiri untuk sarapan. Kita tinggal di Apartemen harga sewa 95$/night. Yang punya orang Indonesia namanya Pak William. Apartemennya di daerah Toa Payoh, 2 stasiun dari Orchard. Sayangnya dia lagi punya anak kecil sih jadi ga bisa ribut. Oya, kekurangan tinggal di Apartemen yang pemiliknya tinggal disana ya gitu. Tapi setauku, apartemen Pak William ini yang paling murah loh! Selain itu apartemen ini dekat dengan kantin makan, MRT, supermarket, dan tersedia Free Wi-Fi. Kontaknya : +6597364789

2. Hostel. Banyak banget hostel murah dan terjangkau di Singapore. Rata-rata untuk private room sekitar 55SGD. Kalo dormitory lebih murah lagi sekitar 18$ tapi ya gitu tidur-nya nyampur. Selama ini belum pernah tidur di dormitory, mungkin lain kali yah. Hahaha. Hostel yang sudah punya nama sih seperti ABC Hostel Dan yang paling baru sih Capsule Hostel nih. Karena baru jadi lebih mahal nih tapi pengen coba juga sih tidur seperti di kapsul. Semua room yang disediakan adalah dorm.

3. Hotel. Ada begitu banyak hotel di Singapore. Aku cuma pernah nginep di Park Royal Hotel daerah Little India. Nice. Hotel Bintang 3. Kalian bisa bandingan harga di Agoda.

Setelah menentukan tempat tinggal yang sesuai dengan budget, tinggal menentukan kalian ingin pergi kemana saja. Singapore banyak sekali memiliki tujuan wisata dan sangat mudah untuk dijangkau karena Public Transport mereka yang sangat teratur dan lengkap. Mulai dari taxi, MRT, dan public bus.

Bagaimana dengan Blackberry? Hampir semua provider Indonesia (yang pernah aku pakai XL, simPATI) bisa digunakan disini dengan membeli paket Roaming. Atau kalo mau hemat bbm-an kalo udah di hotel/apartemen aja karena wi-finya bisa dipake bbm-an juga. Provider lokal disana yang direkomendasikan sih SingTel.

Nah, di Family Trip kali ini kita lumayan berwisata lengkap nih. Sudah keliling Singapore sepertinya dan seruuuu karena kita susun sendiri!

DAY 1. SINGAPORE SIGHTSEEING

1. Changi Airport - Toa Payoh Tower. Perjalanan ini hanya memerlukan MRT dan kaki kalian saja. Kalian memerlukan EZ-link Card seharga 15$ yang berisi 10$. Karena kita sudah punya EZ-link jadi hanya perlu top up saja. Ada juga yang namanya Tourist Card, tapi lebih murah Ez-link lah. Kalo naik Air Asia, kalian akan turun di T1 jadi perlu naik skytrain menuju T2, tempat MRT. Semua tanda di Changi sangat jelas dan ga bakal tersesat deh!

2. Toa Payoh - Little India. Setelah makan siang di kantin seharga 3,5$ kami pun membeli air mineral kemasan dulu di supermarket Fair Price. Harga barang apa pun di supermarket residency seperti Toa Payoh ini akan jauh lebih murah dibandingakn di 7/11. Ini juga merupakan tips hemat! 

Untuk sampai ke Little India, harus interchange station di Dhobby Gaut MRT. Dari sana carilah petunjuk berupa papan ungu karena Little India warna-nya ungu. Mudah kan? Dhobby Gaut ini station terbesar loh!

Ketika sampai di Little India, kalian akan merasakan seperti di India. Memang benar. Mulai dari orang-orang disekitar sana yang kebanyakan India, arsitektur bangunan, kotor dan kumuh, serta bau ikan. Hahahaa. Seru banget! Kita pun berjalanan sampai menemui Shri Marriaman Temple. Beruntunglah kita, saat itu sedang ada upacara pemujaan. Kemudian kami pun sembahyang ala orang Hindu India disana. Benar-benar pengalaman yang berharga. 

Di sepanjang jalanan Little India juga ada yang menjual makanan khas India seperti roti Canai, teh Tarik, Curry, dan sebagainya. Kalian juga bisa membeli oleh-oleh disini yang murah seharga 10$ dapat 3 macam barang.

Jalan sekitar 15 menit akhirnya kami sampai di Mustafa Centre. Mall ini sesak dan rame banget karena barang-barangnya memang murah. Kami memutuskan untuk membeli coklat dan kudapan khas Singapura lainnya disini. Di depan Mustafa sudah ada Farrer Park MRT yang akan membawa kita ke tujuan selanjutnya.

3. Little India - Bras Basah - Bugis - Kampong Glam. Bras Basah warnya kuning atau disebut Circle Line yang memang masih baru dan sepi. Turun di Bras Basah MRT kita keluar di Exit A langsung melihat Singapore Art Museum yang terkenal itu. Entrance fee-nya 10$. Setelah foto-foto dan menikmati museum, kita pun segera berjalan melihat bangunan sekitar. Dari Exit A kalian belok kanan dan menemukan gedung Management University Singapore. Oya trik hemat lagi nih kalo mau makan murah ya makan di kantin universitas. Harga-nya hampir sama dengan kantin di residency bahkan lebih murah loh! Akhirnya kami pun menemukan gedung bersejarah Chijmes! Di depan Chijmes ada gedung St. Joseph’s Church. Beda banget suasana saat di Little India yang rame, kumuh dan sesak. Daerah Victoria Street ini gedung-nya khas Eropa dan jalanannya bersih! Walaupun panas, tapi anginnya sejuk dan udaranya bersih. Kalo kaki pegal kalian tinggal duduk-duduk saja di taman sambil makan cemilan.

Ingat baca peta yah! Kalo mau lebih jelas lagi kalian bisa lihat peta Singapore secara real, bahkan bisa memberi petunjuk jalan juga loh di Streetdirectory.

Kami juga sempat masuk ke National Library Building-nya Singapore. Buset gede banget. Ke Perpus Daerah aja aku belum pernah loh karena letaknya begitu terpencil dan terlihat tidak dirawat oleh pemerintahnya. Bagaimana ada keinganan untuk kesana? Hmm. Di sini banyak banget anak mudanya, yang sekedar duduk di kolam atau ke atas baca buku. Suasanya asik dan nyaman kayak di dalam mall. 

Kemudian akhirnya kami sampai di Bras Basah Complex. Gedung ini sudah tua tapi masih terawat. Kebanyakan disini menjual buku-buku second. Rista mendapatkan komik Jepang Doraemon second seharga 1$. Katanya sih dia ngerti walau tulisannya bahasa Jepang. Hahahaa. Komik DC banyak banget juga disini harganya juga rata-rata 1$. Buat kolektor pasti demen banget kesini dah!

Oya kami juga melewati Raffles Hotel yang sangat terkenal itu! Bangunannya benar-benar authentic khas Eropa gitu. Yang harus dicoba disini adalah cocktail Singapore Sling yang sangat menyegarkan!

Lanjut jalan lagi kami pun sampai di Bugis Junction. Phewww! Disinilah akhir dari kepegalan dan kita memang butuh istirahat banget nih. AKhirnya kita makan McD yang buset rame banget! Bugis Junction ini layaknya mall yang bangunannya cultural banget. Indah. Mulai dari merk mewah seperti Marc&Jacobs dan sebangsanya, merk lokal Singapore juga ada. Kaos-kaos rata-rata seharga 10$ disini dan desainnya unik. Apple store juga ada loh disini! Sambil duduk kami pun memperhatikan suasana disana yang penuh sesak mungkin karena hari ini adalah Sabtu. Pegalnyaaaaa… Tapi seruuu!!

Lanjut jalan kami pun menuju Arab Street! Sebelumnya kami melewati Raffles Hospital dulu nih, tempat aku kerja nanti (ngarep) Hahahaa. Sultan Mosque yang terkenal itu pun sudah terlihat. Kami pun melewati Bali Lane dan kemudian Haji Lane. Oh God, this place is so unique. Hidden Gem Shopping Place di Singapore. Toko-tokonya sempit tapi dekorasinya unik, ga kalah sama barang-barang yang dijual. Harganya juga tidak terlalu mahal. Untuk sepasang wedges yang keren bisa dapat 20$ loh. Beda banget sama crowded di Bugis, disini sepertinya cuma ada orang lokal dan beberapa bule. Ternyata ini nih Kampong Glam atau disebut juga kampung melayu. Disini juga ada Melayu Heritage Museum dan tentu saja Sultan Mosque!

Wahhh, dari Church, Temple, sampai ke Mosque pun kita kunjungi. Super lengkap dan memang kita banyak belajar dari sini. Singapore benar-benar multicultural loh! Kemudian kami berbalik arah menuju Bugis MRT dan spending the rest of Saturday Night at Orchard! Malam mingguan harus pernah di Orchard ya karena ada street show yang memang cuma ada saat Malam Sabtu!

4. Bugis - Somerset. Kenapa ke Somerset bukan turun di Orchard? Soalnya Rista pengen ke *Scape nih. Di Orchard Road juga cuma jalannya lebih sedikit kalo dari Somerset. Dia pengen ke Haru House, surganya costplayer. Disini juga ada official shop merchendise-nya AKB48. Dan!!! Disini juga lagi ada bazzar baju!! Aku dapat beli rok keren cuma 2$! Dress-dress rata-rata 10$. Hiks sayangnya kaki sudah pegal jadinya ya males jalan. 

Kemudian kami pun menyusuri Orchard Road sambil duduk dan menikmati streetshow. Itu loh anak kecil yang tubuhnya kayak karet. Di seberang ada Paragon juga ada street show musik. Tapi apa daya kaki seperti mau putus kami pun duduk di air mancur Takashimaya sambil makan ice cream sandwich 1$ dan memperhatikan jalanan super crowded. Eehhh lewatlah teman-temanku yang memang lagi liburan juga kesana. Si Gamet, Hana, Suli, Desy. Habis foto mereka pun menuju *Scape yang aku rekomendasiin. Di dalam banyak banget toko-toko seperti Rubi Shoes dan lainnya. 

Setelah puas berfoto di keramaian dan gemerlap Orchard saat malam hari, kami pun segera pulang dengan beragam pengalaman dan kaki yang pegal

5. Orchard - Toa Payoh. Oya tips juga nih buat yang mau ke Singapore harus bawa Salonpas, Voltaren, Fresh Care dan sebangsanya. Karena memang pemerintah Singapore “memaksa” warganya untuk berjalan. Di MRT, ke bis station, dan sebagainya. Sedangkan kita? Mau ke warung sebelah yang deket aja naik motor atau minta dibeliin. Hiks. Harus sedia semuanya yah. 

Oya karena lapar lagi, kita pun masak mie rebus di Apartemen. Makan mie sambil wi-fi an. Asikkkk.

See you on Day 2!

Another photo : Facebook

21st of March 2012
 
In time, we would have some of our fav outfits. You go to the Airport, meeting, driving your sister, or just buying something at the mart, you just find these outfits and wear it. Hahaha. I’m kinda like that girl. If I feel comfy and like it, I used to wear it mostly in time. This outfits is not branded but I do love it much. I bought all of this stuff on my travel to Bangkok, Thailand. The dress is from some lil shop in Platinum, just for 180 Baht! The shoes is come from Terminal 21, on America’s floor. It’s for 400 Baht. And the last but not least, the unique wood bag! I got it for 400 Baht in Chatchutak Market. For me, beauty is comfort and classy! What do you think?

In time, we would have some of our fav outfits. You go to the Airport, meeting, driving your sister, or just buying something at the mart, you just find these outfits and wear it. Hahaha. I’m kinda like that girl. If I feel comfy and like it, I used to wear it mostly in time. This outfits is not branded but I do love it much. I bought all of this stuff on my travel to Bangkok, Thailand. The dress is from some lil shop in Platinum, just for 180 Baht! The shoes is come from Terminal 21, on America’s floor. It’s for 400 Baht. And the last but not least, the unique wood bag! I got it for 400 Baht in Chatchutak Market. For me, beauty is comfort and classy! What do you think?

19th of March 2012
 

ENCORE! California Gurls as the closing. Awesome and she’s really that close!

 

How lucky we are :)

 

Look at us! The best ending of the concert I’ve ever entered. This is truely a dream comes true. We are Katy Cats! Miaaw~

 

Just right after I came back from Thailand, I just got a breaking good news. Yup, I’m going to watch Katy Perry on 19th January 2012! It’s like a dream comes true. I don’t know how could it happened! Siwi got early ticket and bring Ujek with her, Me? I’m bringing Gamet because she’s the owner of my Yaris! Hahahaa. So lucky we are. And here we come! Just after took the Osce’s exam, we’re going to Ngurah Rai Airport. Me and Gamet are together and kindly Vina drove us there. After arrived at Soekarno-Hatta Airport, we were just going to Sentul directly. Exhausted? NO! We’re going to meet Katy Perry! How come we’re exhausted? WE CAN’T WAIT! Surely, that was the best concert I’ve ever entered. Living in Katy’s dream!

I’m so damn lucky! :)

26th of February 2012
 

The Hidden Truth of Pattaya

“Bad boys come to Pattaya begitulah ungkapan yang aku dengar dari salah satu guide yang merupakan warga sana. 

Sebenarnya mengapa kita merencanakan untuk singgah di Pattaya ya karena penasaran aja seperti apa sih Pattaya itu. Begitu sampai disana ya tentunya : panas! Public transport di kota ini tidak semudah di Bangkok dan orang-orangnya tidak seramah di Chiang Mai. Begitu banyak tipu muslihat dan buat kalian yang kesini tanpa guide harus punya banyak informasi terlebih dahulu supaya ga ditipu.

Kita telat bangun! Saking nyenyaknya tidur kita baru bangun jam 8 yang seharusnya kita uda sampai di Ekkamai station nih. Hahahaa. Setelah selesai giliran mandi dan sarapan yang banyak, kita segera jalan ke Sala Daeng BTS (Bangkok mass Transit System) Skytrain. Oyah, hotel kami dekat dengan Jim’s Thompson Shop yang sangat terkenal dengan sutranya. Kemarin aku sempat melihat-lihat kesana. Bagus deh. Tapi aku ga ngerti masalah kain jadi memutuskan untuk tidak beli. Yang dijual disana bukan kain sutra saja, tapi ada tas dan dompet juga loh. Desainnya lucu-lucu banget!

Setelah beli tiket seharga 35B, akhirnya kami sampa juga di Ekkamai Station. Kita agak bingung nih exitnya, mungkin belum di pasang. Beruntung kita ketemu orang yang bawa koper dan bisa bahasa Inggris. Trus tanya deh dan ternyata dia juga menuju ekkamai station jadinya ngikut dia aja.

Sampai disana kita buru-buru cari tiket ke Pattaya. BERUNTUNG BANGET! Bis yang jam 9 (sekitar 10menitan lagi berangkat) dan syukurlah masih ada sisa kursi buat kita. Telat dikit aja kita harus nunggu 30menit lagi bis selanjutnya. Thank God!

Nama bis-nya Roong Reuang Coach, sepertinya milik pemerintah Thailand. Interval keberangkatan tiap 30 menit mulai dari jam 05.30am. Keren yah pengaturannya? Bis-nya pun terbilang cukup nyaman untuk perjalanan 2 jam. SERUUUU!

Oya aku duduk sama orang Vietnam yang ke Pattaya jemput sodaranya. Untung bisa bahasa Inggris tapi secukupnya sih. Ga ada yang se-oke Mooque deh bahasa Inggrisnya. Huhuhuu.

Di perjalanan aku menelpon Tiffany’s Show untuk booking tiket. Ini merupakan Ladyboy show. Sebenarnya banyak pilihan untuk ladyboy show di Thailand karena memang industri ladyboy digunakan untuk menarik wisatawan (bayangkan kalo ladyboy itu tinggal di Indonesia). Selain Tiffany’s, ada juga Alcazar (tiketnya lebih murah karena lebih baru), di Bangkok juga ada. Tapi kenapa aku pilih Tiffany’s? Pada tahun 2001, mereka satu-satunya show dari Asia Tenggara yang menduduki posisi ke-empat dalam The Top 10 Show Around The World, yang menang Moulin Rounge di Paris. Selain itu Phuket Fantasy dari Thailand juga berada di posisi ke-5. Keren yah?

Kalo takut kehabisan tiket dan dapat tempat duduk yg bagus, sama seperti membeli Siam Niramit Show Tiket, kalian bisa reservasi dulu. Cukup call : 038 421 700 5 or 038 429 642 dan pilih pesan tiket yang mana. Aku sih pesan tiket Deluxe seharga 800B. Lumayan ya harga tiketnya, ya begitulah.

Akhirnya kami sampai juga di Pattaya Bus Station. Begitu sampai disana sudah ada Songthew (mobil pick up yang ada penutup di bagian belakangnya) yang tujuannya menuju Pantai, cukup bayar 20B. Akan tetapi, karena tujuan pertama kami adalah Mini Siam yang jaraknya cukup dekat dengan bus station, kami tidak bs naik Songthew. Kemudian, kita segera bertanya dengan Pattaya Tourist Information yang letaknya di bus station. Mereka memberi kami pilihan untuk naik ojek dan perlu membayar private 30B tiap orang. Ihh sebel padahal jaranknya ga sejauh pantai, tapi kita ga ada pilihan lain dan yowislah.

Pattaya ini agak menyebalkan, jujur. Terutama transportasinya, mahal dan liar. Jangan deh sekali2 naik taxi disini, jarak yang cuma deket banget bisa dimintain 250B. Harus sabar apalagi saat itu PANASSSSS BANGET!

Akhirnya kami pun sampai di Mini Siam, masih sepi dan mataharinya terik banget deh. Langsung aja deh kita beli minum disana seharga 10B. Setelah itu kami pun segera masuk ke dalam setelah membeli tiket seharga 200B. Mini Siam, seperti namanya, merupakan miniatur-miniatur mini dari seluruh daerah di Thailand. Tidak hanya negaranya sendiri, tapi juga seluruh dunia seperti Eiffel Tower, Liberty Statue, sayangnya ga ada Borobudur. Asiknya deh! setelah puas foto-foto selama sejam-an lebih, kami pun keluar dengan perut yang lapar. Untung ada McD dekat sana, tinggal jalan sedikit.

Haaaahhh! Dingin! Puas-puasin deh disana sambil bingung mikirin transport menuju ke Sanctuary of Truth, destinasi selanjutnya. Dengan 49B, aku mendapatkan makan siang yang cukup mengenyangkan. Hmmm. Kemudian kami pun segera keluar menunggu Songthew yang lewat menuju ke bus station lagi. Kalo dimintain 250B, jangan mau yah!! Itu bearti kalian sewa mobil, private. Lihat saja dari jumlah orang yang ada di dalamnya. Akhirnya kami pun menemukan Songthew yang benar dan ada penumpang lain di dalamnya. Bayarannya cukup 20B tapi dia tidak mengantar ke bus station, jadi kita perlu jalan lagi deh. Hiks.

Di tengah perjalanan menuju ke stasiun bis, kita melihat markas besar Pattaya Tourist Information. Langsung masuk deh, adeeemmm. Kemudian kita pun menanyakan bagaimana cara menuju ke Sanctuary of Truth. Eh, mereka malah jualan paket tur. Sebel gak? Hmm. Ya sudah, kami pun memutuskan membeli tiket Sanctuary disana seharga 500B sudah termasuk delivery. Tapi kemudian dia minta maaf karena lagi ada tur siang itu menuju ke Sanctuary. Isshhh! Tapi dia pun menelpon temannya untuk mencari Songthew yang mau private menuju ke Sanctuary dan harus membayar 200B. Ya uda deh. Kita oke saja.

Setelah lumayan lama menanti, sekitar 15menitan, Songthew kami pun sampai. Kami pun berpamitan dengan guide yang seperti orang India, dia yang menemani kami daritadi. Dia juga yang menceritakan memang Pattaya masih berkembang dalam hal tourism-nya. Jadi harap maklum katanya, dia juga yang memberi tahu jangan naik Songthew atau taxi yang memberi harga 250B. Memamng masih banyak penipu disini, apalagi kalo udah nanya pake bahasa Inggris langsung kena deh! 

Ternyata perjalanan ke Sanctuary of Truth lumayan jauh loh dan berkelak-kelok. Ternyata letaknya di bukit terus turun ke pantai. Indahhh! Setelah membeli tiket seharga 500B, kami pun segera masuk. Oyah karena aku pake celana pendek aku harus menggunakan kain untuk menutupi kaki-ku. Karena sudah baca dan mempersiapkan sebelumnya, aku sudah bawa kain sendiri deh. Awalnya untu syal aku gunakan sebagain kamen hehee.

Kita pun harus turun ke bawah yang lumayan curam untuk menuju pantai tempat lokasinya. Karena sedang dalam masa konstruksi, kami pun harus menggunakan helm untuk melindungi kepala kami. 

Kemudian kami pun di pandu menuju ke Sanctuary of Truth yang sangat…. menakjubkan! Kita sudah liat Grand Palace dan ini juga ga kalah menakjubkan! Semua bangunan di buat dari kayu dan mereka bisa membangunnya di pantai! GOD! BAGUS BANGET! TAKJUB!

Yang menjadi guide kami adalah seorang wanita dan ternyata sudah banyak bule juga di rombonganku. Bahasa Inggrisnya bagus dan dia biacara cepet banget. Tapi cukup dimengerti kok. Bangunan ini dibangun berdasarkan keyakinan dan prinsip Budha yang tentunya mirip-mirip Hindu, jadi kita pada paham. Takjubnya yah, setiap jengkal bangunan ini di pahat dan indah banget. Dan semuanya terbuat dari kayu, bayangkan! Dan mereka pun memberi tahu kami bagaimana cara konstruksi-nya dan teknik cara membangun yang ditemukan oleh leluhur mereka. A MUST VISIT PLACE IN THAILAND!


Kemudian, di sesi akhir saat kami pun di ramal berdasarkan naungan planet apakah kami saat lahir. Aku Venus yang katanya merupakan orang yang bijaksana dan tidak mau diatur oleh siapa pun. Hahahaa. Bener gak sih?

All I could say from this place is… WOW!

Setelah sekitar 2 jam-an kami berada disana, dan puas foto-foto kami pun segera menuju destinasi selanjutnya yakni Ripley’s Believe It or Not. Di Pattaya merupakan satu-satunya tempat di Asia yang didirikan Ripley’s untuk museumnya. Jadi wajib kesana deh!

Karena tidak adanya transport lain, kami pun harus menyewa taxi yang sudah disiapkan tempat ini. Karena Ripley’s terletak di Royal Garden Plaza Mall, kami harus membayar 250B untuk menuju ke daerah Selatan. Ya sih, memang jaraknya jauh. Semakin banyak yang ikut semakin murah, sebenarnya.

Di perjalanan, kami pun menyusuri pantai yang rame banget sama turis. Persis Bali deh. Bar-bar di pinggir jalan, tapi mana yang lebih kotor yah? Hmmm. Sama sepertinya, hmmm.

Mall ini gampang dikenali sih, sepertinya mall terbesar deh disini. Ripley’s terletak di lantai paling atas dan setelah ganti baju kami pun segera kesana. Asiknya adem. Nah di Ripley’s ini kalian bisa beli masing-masing tiket wahananya, kalo mau sekalian semua lebih murah yakni 1200B. Masuk semuanya. Waktu itu aku beli yang masuk semua, agak rugi sedikit karena kita ga berani masuk rumah hantunya. SEREM GILAK! Dari luar aja uda serem. Kita uda ngantre masuk nih tapi ga berani. Buset deh, masa yang keluarga hantu bawa gergaji beneran yang gede itu, hiks. Kayaknya thriller gitu deh. Ya ampun, takut, kirain kayak di Trans Studio cuma gitu doang. Ga berani deh. Kalo mau beli aja Museum Ripley’s udah cukup sih. Tapi karena pertama kali kesana jadi mau cobain semua deh! Lumayan.

Setelah keliling-keliling dan main-main selama 1 jam, kita pun segera keluar dan menuju tempat Tiffany’s Show yang mulai jam 6pm. Keluar dari Mall, kita harus segera mencari Songthew. Sambil jalan, kita mencari Songthew yang gak penuh dan akhirnya ketemu juga. Hehehee. Setelah tanya bule, kita tinggal lurus terus aja. Di kiri jalan tempatnya, bakal keliatan plang Tiffany’s Show-nya gampang dicari. Di tiap tiang besi Songthew ada bel yang kita pencet kalo berhenti. Ketahuan pas si bule udah mau turun hahaa. Ternyata jalannya lurus terus panjang. Di sekitar jalan banyak banget toko-toko, turis, ladyboy, orang-orang naik motor ga pake helm. Bener-bener daerah turis deh, banyak bulenya.

Akhirnya sampai juga! Tempatnya mewah banget deh! Gede pula, mirip istana. Wow! Kemudian kita pun foto di depan sebelum gelap dan sebelum rame. Kami pun segera ke tempat tiket dan memberikan kode reservasi. Setelah mendapat tiket, aku jalan-jalan lihat-lihat foto para ladyboy yang buseettt deh cantiknya minta ampun. Ternyata tiap tahun mereka mengadakan pemilihan Miss Tiffany World, kelas internasional nih ladyboynya. Hmmm. Kagum sekaligus kaget!

Tak menunggu lama, kita pun dipersilahkan masuk ke ruang tunggu. Ruangan Deluxe VIP jadi satu, sedangkan kalo beli tiket lebih murah beda lagi. Aku pun naik tangga dan masuk ke ruangan seperti ruang tamu di dalam merah yang arsitekturnya gaya eropa. Mewah banget. Kita pun diberikan welcome drink berupa coca-cola atau fanta yang bisa dibawa ke dalam sambil nonton. Cool! Tempat nunggunya benar-benar mewah! Wow! Ga tanggung-tanggung dan worth it banget duit keluar segitu.

Akhirnya, jam 6 tepat kita pun masuk ke seat masing. Kita dapat seat pas di tengah2 nih, bagus deh. Show-nya bagusssss dan waaaahhhhhh banget. Mulai dari make up, kostum, tata panggung, dance, semuanya bagus. Dan ga nyangka mereka semua itu lady boy!!!!!! AAAAAAA!! Benar-benar penutup liburan di Thailand yang kece! Keren!

Show-nya berlangsung selama 75menit. Dan kita pun mengejar bus jam 9, paling lambat jam setengah 10 karena BTS di Bangkok tutupnya jam 12. Di luar, para ladyboy uda panggil-panggil deh, melambaikan tangan sambil pegang duit, siap berfoto bersama kita kalo dikasi duit. Cantik sih cantik, tapi suaranya masih agak berat, suara cowok. Ada juga beberapa yang suara cewek sih. Hmmm. Susah nyembunyiin suara. Tapi rata-rata sudah operasi wajah dan payudara-nya. Hmm.

Aku pun berfoto dan memberi 100B pada ladyboy favorit! Biar ada kenang-kenangan. Hehehee. Cantikkkk banget! Kalah deh! Hahahaa :D

Sudah jam setengah 8, kita pun berjalan mencari tempat makan di perempatan besar North Road. Tinggal jalan lurus aja terus nyebrang. Nah nanti disana kita cari Songthew menuju stasiun bis. Masyarakat yang tinggal di Pattaya kurang ramah. Beda banget sama Chiang Mai. Kalo di Bangkok sih rada mirip sama Singapore. Nah, Chiang Mai ini orangnya ramaahh banget dan ga ada intrik dan tipu-tipu deh. Beda sama Pattaya. Hmm. Jadi kalo mau ke Pattaya sendiri tanpa tur, ya harus kaya informasi yah. Terutama untuk transportasinya. Pattaya seperti baru hidup kalo sudah malam. Walking Streetnya rame dengan lampu-lampu dan cewek-cewek yang menawarkan jasa Go-Go Show atau pun prostitusi. Sebelumnya aku belum pernah melihat dengan nyata kehidupan seperti ini yang ternyata benar-benar ada. Prostitusi di Thailand memang sangat keras, ingat kan waktu kita Thai Massage di Chiang Mai. Yang cowok-cowok pada ditawarin pijat plus-plus. Wah! 

Mungkin di Bali juga ada ya, tapi belum pernah melihat sebelumnya. Sebenarnya yang cowok-cowok pengen nonton Go-Go Bar atau Ping Pong Show khas Thailand itu, tapi dengar-dengar banyak sekali kasus penipuannya. Karena kita tidak bersama guide orang sana, ya sudah deh mending jangan dari pada kena tipu ribuan baht. Lumayan banget tuh buat belanja! Hehehe.

Food court yang kita tuju ini besar dan tepat di perempatan jalan. Strategis banget. Dan waktu itu ada live match MU vs City! Tambah girang deh! Dengan 46B kita sudah dapat makan malam yang mengenyangkan. Satu yang paling suka di Thailand adalah makanannya muraaaahhhh deh, kalo dibandingin sama Singapore. Karena rame, kita pun menunggu lumayan lama nih 15 menitan tapi tidak terasa karena ada MU vs City!! Duh, senangnya. 

Setelah selesai makan, kami pun segera menyebrang sambil mencari Songthew yang mau menuju bus station. Harus sabar ya, karena kebanyakan dari mereka sudah di sewa private. Akhirnya ketemu juga! 

Kami pun dapat teman baru lagi. Dia orang Prancis yang belajar bahasa Thailand. Hobinya diving dan ke Pattaya memang khusus untuk diving. Banyak banget deh ngobrol sama dia. Asik, karena bahasa Inggrisnya lancar banget dong yang jelas. Ternyata dia kena bayar 250B untuk Songthew-nya. Kasian deh si bule. Dia juga setuju kalo Pattaya itu mahal dan belum teratur sistem public transportnya, tidak seperti Bangkok. Kemudian dia menceritakan perjalanan kenapa dia bisa sampai ke Thailand dan betapa inginnya pergi ke Indonesia. 

Ini nih asiknya travelling, ketemu orang baru dan pengalaman baru. Kita bisa saling tukar ide dan pendapat dan menceritakan kehidupan masing-masing. Selain itu sekalian deh belajar bahasa Inggris, hehee.

Begitu sampai dan sudah bayar 20B, ternyata bis yang jam 9PM sudah habis. Kami pun harus membeli tiket yang jam 9.30. Karena sudah punya teman baru kita pun ngobrol sama dia. Cewek, sendiri, sebenarnya dia asal Afrika Selatan tapi lahir di Prancis. Asik banget yah lahir di Prancis huhu kapan kesana.

Ternyata menunggu sama sekali ga kerasa kalo udah ngobrol, akhirnya kami pun berangkat. Di bis, kami pun tetep update score MU vs City dan berakhir seri. Sebel ga sihhh. Padahal sudah mimpin 3 gol awalnya. Pertandingan ini juga merupakan come back-nya Paul Scholes. Eh kok jadi bahas bola.

Bis yang kita pake sama seperti yang kita gunakan saat berangkat. Diturunin pun di tempat yang sama. Jam setengah 12 akhirnya kami sampai juga di Ekkamai Station. Dingiiinnnn. Setelah mengucapkan salam perpisahan dengan teman baru (lupa namanya), kami pun bergegas ke Ekkamai BTS, takut udah tutup. Setelah beli tiket seharga 35B, kami pun menuju Sala Daeng BTS.

Nah, lagi-lagi nih di BTS aku ketemu transaksi jasa prostitusi. Adalah satu bule, ganteng, dan masih muda duduk di sebelah wanita Thailand yang sepertinya udah tua (beneran tua loh mukanya!) tapi badannya masih oke (boobs dan ass yang gede), mengenakan celana pendek dan kaos yang ketat, dandan agak menor. Hmm.

Mungkin kita dikira orang sana yang ga ngeri Bahasa Inggris yay dan muka juga sudah rada-rada ngantuk, ternyata kita jadi memperhatikan dengan seksama. Ga terang-terangan sih. Cuma dimulai dengan kalimat “Rumahku cuma beberapa stasiun dari sini, mau ikut mampir sebentar” si cewek pun malu-malu mau. Kemudian cowok pun memperlihatkan tas ranselnya yang sepertinya isi uang, kemudian si cewek geleng-geleng malu. Perkiraan cingur sih duitnya sedikit. Hahahahaaa. “Ayolah, kamu pasti suka” kata si cowok kemudian memperlihatkan ranselnya lagi. Nah, mungkin duitnya sudah cukup si cewek diem aja terus pas turun eh bareng juga turun dan jalan bareng si bule. Sudah deal!

Wowww! Benar-benar…. hal yang baru pertama kali kulihat. Dan terjadi transaksi di tempat umum loh! Ga nyangka aja aku bakal melihat hal seperti itu disini, dan sepertinya sudah sangat biasa terjadi disini. Di Bali ada yang kayak gitu ga sih?

Begitu turun dari Sala Daeng BTS, Bangkok serasa baru bangun! Night Market pada buka. Bar-bar juga mulai rame, lengkap dengan wanita penghibur di depannya. Ada beberapa gadis di dalam kaca siap di pilih. Wowww sekali lagi. Ga pernah liat yang beginian! Setelah mampir di Sevel, kami pun segera ke hotel. Capek, mau mandi. Tapi masih pengen jalan-jalan, tapi besok flight pagi jam 6. 

Sebelum ke kamar, kami lapor dulu sama receptionist mau pesan mobil buat nganter ke bandara. Ternyata lagi ga ada supir kalo jam 3 pagi. Waduh. Tapi katanya nanti dicarikan taxi dan daerah Siam ini memang ga pernah kekurangan taxi. Pasti ada aja taxi dengan argo nongkrong dekat hotel. Aman.

Setelah selesai mandi, kita pun galau mau tidur atau nggak mengingat kejadian tadi pagi yang nggak kebangun walaupun pake alarm. Nanggung sih cuma 3 jam lagi. Akhirnya, kami pun memutuskan jalan-jalan keluar. Ga mungkin sepi walau jam 1 sekali pun! Di jalanan rame, terutama di daerah Siam ini yah. Jajanan yang tidak lazim pun mulai keluar, kayak ulat sutra, kecoak, dan berbagai serangga goreng. HIYYYY! Ga niat nyoba, no thanks. Katanya sih ulat sutranya enak but still no thanks! Akhirnya beli ceker goreng aja deh buat ngemil. 

Cowok-cowoknya nih pada pengen banget masuk ke Bar. Aku mah ogah, takut diculik dan ditipu. Akhirnya kita memutuskan kembali ke hotel setelah liat-liat sebentar night life di Bangkok. Sambil tidur-tiduran dan instagraman, kita pun nunggu jam setengah 3. 

Akhirnya tiba juga waktu kita untuk berangkat ke Airport. Gonna miss this place, huhuu. Pengen ke Bangkok lagi suwer deh! Begitu sampai di Airport, kita sempat tiduran disana nunggu check-in bagasi buka. Jam segini toko-toko duty free udah pada buka sih beberapa, nyaman banget tempatnya di dalam dan bagussss banget deh. Walaupun belum ada sih yang ngalahin Changi. 

Setelah menghabiskan sisa duit terakhir, akhirnya kami harus pulang. Love love love Thailand. Semoga bisa ke sini lagi nanti dan bisa mengunjungi Phuket! 

selesai…

PENGELUARAN

BTS Sala Daeng - Ekkamai - Sala Daeng : 70B

Tiket bis Bangkok - Pattaya - Bangkok : 226B

Ojek : 30B

Songthew ke bus station : 20B

Mini Siam : 200B

Lunch : 49B

Songthew ke Sanctuary : 100B

Sanctuary of Truth : 500B

Minivan ke Ripleys : 125B

Ripley’s : 1200B

Songthew ke Tiffany : 20B

Tiffany’s Show : 800B

Dinner : 46B

Songthew ke bus station : 20B

TOTAL : 3206B

19th of February 2012
 

Sleepless City of Bangkok

Siapa sangka jam 4 subuh Mochit station udah segini ramenya? Selama perjalanan ke Bangkok tadi, yang paling aku khawatirkan adalah transportasi ke hotel pake apa soalnya BTS baru buka jam 6 pagi. Begitu sampai sana aku bisa bernafas lega karena sistem regulasi taxi mereka yang sangat baik, jadinya jam segini juga tetep ada taxi. Dan ga ada biaya-biaya tambahan overnight seperti di Singapore. Asik ya?

Yang perlu diperhatikan dalam berpergian ke Thailand tanpa tour guide adalah kalian harus punya hard copy Map hotel kalian dengan tulisan Thai, karena gak semua supir Taxi bisa baca tulisan romawi. Begitu pula saat bertanya tempat wisata yang akan kalian kunjungi, setidaknya ada tulisan Thai disampingnya jadi memudahkan mereka untuk mengerti yang kita maksud.

Kita harus melewati jalan tol terlebih dahulu sampai akhirnya kami sampai juga di Take A Nap! Asik, membayangkan tempat tidur saja rasanya bahagia sekali. Kemudian kami disambut oleh receptionist yang bahasa Inggrisnya pas-pasan. Setelah proses check-in selesai, kami pun segera mengambil koper yang kami titipkan dan segera menuju ke kamar. Kamarnya ga luas banget sih tapi nyaman. Ada AC dan kipas angin (terserah mau pake yang mana). Ada TV 21” yang acaranya TV-nya rata-rata di dubbing bahasa mereka. Hahaha. Kamar mandinya pun ada air hangatnya. Twin Bed harganya 1300B, lumayanlah udah breakfast dan lokasi yang strategis deket BTS Saladaeng seperti ini. Dorm-nya bisa lebih murah lagi deh. Oya, hari kedua niatnya sih ingin tidur di Dorm biar lebih rame dan murah. Tapi… lihat saja nanti. Tergantung situasi dan budget.

Sambil nunggu giliran mandi aku asyik tidur-tiduran sambil main Instagram. Oya, hotel ini juga menyediakan fasilitas wi-fi. Setelah semua beres, jam setengah 7 kita sudah ke bawah untuk menikmati breakfast. Sarapannya lumayan, standard american breakfast lah plus untungnya disediakan nasi goreng. Setelah kenyang, kami pun siap berangkat ke tujuan pertama :Grand Palace!

Perlu diketahui, jam operasional buka Grand Palace adalah jam 8am dan public transport di Bangkok mulai beroperasi dari jam 6am. Untuk menuju Grand Palace, kami harus menggunakan BTS menuju Saphan Taksin BTS. Disini merupakan Centre Pier (centralnya public transport kapal2 yang menyebrangi Chao Praya River)

Oya, perlu diingat juga kalo mau masuk Grand Palace harus berpakaian sopan. Untuk pria menggunakan sepatu, celana panjang, dan kaos berkerah. Perempuan menggunakan atasan yang berlengan dan rok di bawah lutut/celana panjang. 

Untuk hari ini, kami membeli One Day Ticket BTS karena perhitungan kami untuk hari ini menggunakan banyak BTS. Naik BTS sampai puasss! Tiketnya seharga 120B. Selain itu, kita ga perlu deh repot-repot antri beli tiket lagi di ticket machine, itu juga kelebihannya. Asyik!

Begitu sampai di Saphan Taksin BTS, carilah exit Centre Pier atau kalo bingung tanya saja petugas BTS, setidaknya mereka mengertilah bahasa Inggris. Saat itu sepertinya tepat jam 8, terdengarlah lagu kebangsaan Thailand dan semua berhenti sesaat melakukan aktifitasnya. Aku sih senyam senyum aja karena sudah ngerti, bahkan foto-foto mereka. Aneh sih, kejadian unik dan gak biasa nih. Hehe.

Begitu sampai di Centre Pier, ternyata sudah ramai. Ada 3 jenis boat disini (dilihat dari benderanya). Nah, carilah boat warna apa yang menuju Tha Cang Pier (Grand Palace). Paling aman sih boat warna orange karena berhenti di tiap Pier tapi ya gitu deh jadinya agak lama nyampe tujuan. Tapi berhubung boat warna orange yang duluan dateng jadinya kita naik itu deh.

Boatnya rame, untung dapet tempat duduk. Nah, begitu duduk keneknya (yang kebanyakan perempuan) bakal nagih duit. Kalo orange ini sekali naik 15B sejauh apa pun. Murah ya. 

Ternyata, cewek yang duduk di sampingku mau ke Grand Palace juga. Dia orang Thailand dengan bahasa Inggris yang pas-pasan. Merasa aman deh, jadi kalo dia turun, kita juga turun. Perjalanannya cukup lama juga loh, sekitar 30menitan. Tapi ga kerasa lama karena perasaan excited. Hebat ya Thailand, sungainya pun dijadiin transportasi yang bagus. Coba kalo di Indonesia? Hmmm.

Akhirnya kami sampai juga. Dari sini, kami harus berjalan sekitar 5 menitan. Melewati pasar sampai ke jalan raya. Ikuti saja keramaian dan rombongan bule-bule disana, ketemu deh pasti. Ga susah kok. Ya kalo nyasar, tanya aja sama orang sekitar. Pasti ketemu:)

Grand Palace itu luas banget. Jadi siap-siap bawa air minum ya ke dalam karena suhu saat itu lumayan bikin dehidrasi. Harga tiketnya lumayan mahal, 400B. Jangan dibuang ya tiketnya karena bisa masuk gratis ke Vinmanek Mansion dan Dusit Palace. Nanti kita juga kesana.

Di sekitaran Grand Palace ditulis hati-hati dengan pencopet! Waspadalah selalu ya. Begitu masuk Grand Palace………… Buset deh. Lebay banget bangunannya. Serba besar, serba bling-bling, dan serba warna emas. Ada 3 bangunan utama yang besarnya paling lebay dan mewah banget! Ingat film Anna and The King? Film Hollywood yang mengambil setting di Grand Palace. Pantesan deh terkenal banget tempat ini, benar-benar lebay deh tempatnya. Penuh emas dan buesaaarr! Indah banget! Selama di dalam ga berhenti-henti mengucapkan “WOOWWW” 

Nah foto di bawah ini, di bagian pintu pagoda (lihat gak?) itu terbuat dari emas murni loh. Makanya di pagarin dan ga bisa naik ke dekat pintu. Wow! 

Kami juga sempat berfoto dengan penjaga Grand Palace yang mirip-mirip penjaga di Kerajaan Inggris. Diganggu bagaimana pun ga berkutik. Hehe. Lucu.

Setelah puas melihat-lihat dan selesai sembahyang di dalam aku di telpon oleh receptionist hotel. Yup, aku menanyakan bagaimana cara beli tiket Siam Niramit disini dan saat makan siang kami akan balik ke hotel lagi. Saking panasnya kita sempat beli es kelapa muda loh di jalan hehe :)

Oya, pertimbangan kami juga nih kenapa ga ke Wat Pho atau pun Wat Arun yah. Selain Grand Palace, Wat-Wat yang lain itu ga ada tandingannya. Masih lebih bagus Wat-Wat yang ada di Chiang Mai dan kami pun sudah kenyang melihat Wat-Wat. Hehe. Oleh karena itu, kami pun memutuskan untuk pergi ke Dusit Palace. Kalo beli tour kesini lumayan mahal loh, karena letaknya memang tidak terjangkau BTS dan agak jauh. Tapi bisa ditempuh dengan Boat kok.

Dari Tha Chang Pier, kami pun menuju Thewet Pier dan menggunakan boat warna orange lagi. Bayarannya juga sama 15B. Di perjalanan ini aku pun melihat Wat Arun dan jembatan di Thailand yang terkenal. Entahlah apa namanya pokoknya terkenal. Aku juga melewati Hospital tempat Raja Thailand dirawat. Ya, kata Mooque Raja mereka sedang sakit dan harus menjalani perawatan intensif.

Tak lama kemudian, akhirnya kami sampai! Thewet Pier sepi. Turisnya pun bisa dihitung jari. Di setiap Pier pasti deh ada pasar. Kami pun harus melewati pasar dan segera menuju tempat mangkal Tuk-Tuk. Kemudian kami menanyakan berapa harga ke Vinmanek Mansion sambil menunjukan tulisan Thai yang sengaja sudah kami print. Harus di tawar ya! Awalnya mereka minta 100B, trus kami tawar 50B. Dia minta 80B kami tawar 60B akhirnya deal juga. Hahaha. SERUUU!

Naik Tuk-Tuk memang punya kesan tersendiri. Beringas banget supirnya, ngebut abis. Wahh, akhirnya aku bisa naik Tuk-Tuk seperti di drama korea Princess Hour. Yess! Dari kejauhan, kami pun bisa melihat Abhisek Dusit Throne Hall yang arsitekturnya bergaya eropa. Indah :)

Kemudian kami pun diturunkan di tempat pembelian tiket. Setelah berfoto dengan Tuk-Tuk dan membayar 60B, kami pun segera ke loket karcis dan menunjukan tiket Grand Palace kami. Gratis! Yeah!

Tempatnya sepi, sepertinya jarang yang datang kesini. Seperti di film-film hantu. Hiiiyy. Untuk menuju ke Vinmannek Mansion kita pun harus berjalan ke dalam sekitar 5 menitan. Ternyata rame turis dari China dan Jepang saat itu. Oya, masuk ke dalam tidak boleh membawa kamera dan harus menyimpan barang kita di loker. Bayar lagi 15B. Kemudian kita pun harus melepaskan alas kaki. Tempat penyimpanannya aja ber-AC. Bangunannya megah banget loh.

Ternyata Vinmannek Mansion ini adalah tempat tinggal kakek dari Raja yang sekarang tapi hanya sebentar. Arsitekturnya sangat unik karena semua bangunan terbuat dari kayu dan memiliki 5 warna utama di dalamnya : pink, ungu, cream, coklat, dan putih. Disesuaikan dengan warna ke-4 istrinya dan dirinya sendiri. Sayangnya ga boleh foto-foto. Di dalam ada guide yang bisa berbahasa Inggris jadi jangan takut ga ngerti. Langsung aja tanya mereka, nanti mereka yang menjelaskan loh. Ternyata Thailand negara yang besar ya dan sangat mencintai Raja mereka.

Kemudian selanjutnya kami menuju Abhisek Dusit Throne Hall. Sayangnya saat itu sedang ada pameran dan harus bayar 200B, jadi kami memilih ga masuk dan foto2 aja di luar. Gedungnya bagus bergaya Eropa dan tamannya luaasss banget. Benar-benar di tata rapi. Keren deh :)

Kemudian, kami kembali ke Thewet Pier dengan menggunakan Tuk-Tuk lagi dan menawar hingga harga yang sama yakni 60B. Nah hati-hati ya disini kalo si supir Tuk-Tuk ngajakin pergi ke suatu tempat, jangan mau! Bilang aja buru-buru. Kata blog-blog travel lainnya katanya sih kalian bakal dibawa ke toko perhiasan dan mereka bakalan dapet kupon bensin. Ngabisini waktu kan? Mending ga usah yah.

Begitu sampai, kami pun harus menunggu boat lagi dan naik yang warna orange lagi karena itu yang duluan datang. Padahal kalo naik yang biru lebih cepet karena pemberhentiannya cuma sedikit.

Sampai ketiduran akhirnya sampai juga di Saphan Taksin dan segera menuju Sala Daeng BTS. Sebelumnya kami mampir beli KFC (dekat BTS) take away untuk makan di hotel. Ga ada nasi. Huhuhuu.

Sampai di hotel, si receptionist bilang kami harus menuju ke travel sebelah buat beli tiket, jalan lagi. Aku kira dia yang jualan. Hmm. Aku sih bilang oke dan trims saja. Kemudian kami pun kembali ke kamar untuk berganti baju. Di kamar aku cari-cari info, dan tanya Mooque juga. Aku coba telpon call service Siam Niramit Show(662) 649-9222

Thank God hotel ini ada wi-fi dan punya pulsa gratis telpon lokal. Ternyata bisa loh booking lewat telpon, ga harus langsung bayar pake kartu kredit. Asyiikkk! Beres deh. Bedanya kalo beli di travel itu bisa lebih murah, antara 1000-1200B. Tapi tempatnya ga asyik deh. Nah kalo beli yang seharga 1500B ini, duduknya di tempat VIP, yah sekali-sekali deh ngerasain fasilitas VIP :p

Begitu beres, aku langsung kabarin Mooque kalo kita nonton Siam Niramit yang jam 8 jadi harus disana jam setengah 8. Dia bilang oke dan bakal nungguin kita di Siam Paragon, habis kita dari Madamme Tussauds. Dia mau ngajakin kita makan malam khas Thailand tuh katanya.

Setelah berganti baju dan cantik, kami segera menuju destinasi berikutnya yakni… Chatcutak Weekend Market! Kami menyempatkan mendatangi Pasar yang terkenal ini, katanya sih pasar terluas di Asia Tenggara. Kalo emang pengen belanja serius kesini ya harus seharian nih. Pasar ini cuma buka hari Sabtu-Minggu, mulai jam 8am sampai 6pm. Cara menuju kesana adalah ke Mo Chit BTS terlebih dahulu. Nah, di BTS kita ketemu lagi nih sama keluarga Indonesia. Hahahaa. Mereka juga menuju ke Chatcutak. Mereka ga tau kalo mau turun di Mo Chit BTS mesti jalan agak lumayan kalo mau ke pasarnya, aku saranin buat yang malas jalan di terik matahari yang membara ini ya naik MRT tambahan. Cuma beda 1 station, bayar 15B sekali jalan. Akhirnya mereka pun mengikuti saran saya. Lumayan lah membantu se-warga negara :)

Dari Mo Chit BTS (Interchange MRT) ikuti saja petunjuk menuju ke Chatu Chak MRT, ternyata kami hanya perlu menuruni tangga saja. Wahh, MRT nya dingin (Karena ada AC dan tempatnya tertutup). Lebih bersih dari BTS. Mirip MRT di Singapore lah. Kata Mooque sih MRTnya masih baru. Sayangnya One Day Ticket BTS ga bisa pake di MRT. Kemudian kami membeli tiket, sama seperti di BTS counternya cuma memberi tukaran koin saja dan harus beli di tiket machine sendiri. Nah, di tiket machine yang keluar bukan berupa tiket seperti biasanya melainkan koin plastik warna hitam. Bingung lah kita. Cari-cari lubang di tempat masuknya ga ketemu2, trus orang sana yang kasi tahu “Just flip it” 

Oh ternyata tinggal di flip gitu aja, ga usah di masuk-masukin, sama kayak tiket juga. Hahahahaa. Ngetawain diri sendiri. Pengguna MRT juga ga sebanyak BTS loh, mungkin karena baru ye. 

Tujuan kami adalah Bang Sue MRT. Dari sini sudah jelas banget ada petunjuk exit di Chatcutak Weekend Market. Dan begitu keluar…. Wiiihhhh. LUAS BANGET DAN RAME BANGET Pasarnya. Barangnya ada yang mahal, ada yang murah. Tergantung keberuntungan kamu dapat barangnya. Pusiiiinnggg dehh!

Setelah mendapat souvenir dan kaos oleh-oleh (kaosnya keren deh, gambar Tuk-Tuk Thailand dan cuma 100B/30rb dan kualitasnya oke banget! Bayangkan harga kaos distro di Tebet/Bandung. Hmmmm), akhirnya kami segera pergi dari Pasar itu. Phewww. Harus menahan diri kalo udah disana. Ingat tujuan! Hahahaa.

Kemudian tujuan kami selanjutnya adalah : Siam Paragon! Mall paling besaaarrr di Thailand. Dari Mo Chit, kami menuju Siam BTS. Nah, ikutilah petunjuk exit menuju Siam Paragon. Gampang kok. Mall-nya guede. Tapi tujuan kami di mall ini adalah satu, yaituuu : Maddamme Tussauds! Rasanya dulu pengen banget ke Hongkong cuma pengen ke Maddamme Tussaudsnya, eh ada yang lebih deket nih sekarang di Bangkok. Uhuy!

Kami harus menyebrang ke bangunan sebelahnya karena disanalah letaknya Maddamme Tussauds. Setelah membayar 800B, kami diberikan buku khusus dan menaiki lift khusus ke atas. Bagussss deh. Benar-benar serasa di red carpet. Ya, sampai di sana ya foto sepuasnya deh. Ga sabar pengen fotoan sama Christiano Ronaldo dan David Beckham. Oyah, di dalam juga udah ada Lady Gaga loh! Asyiikkssss!

Setelah selesai dan puas foto-foto, aku segera telpon Mooque dan janjian ketemu. Wahh, senangnya liat dia lagi. Udah kayak ketemu kawan lama. Kangen deh ngomong sama orang yang bahasa Inggrisnya bagus disini, huhuu. Pusing lihat tulisan cacing.

Kemudian, kita segera menuju tempat makan yang dituju. Melewati beberapa toko baju yang super lucu, tapi harus menahan diri. Kita makan di daerah Siam Soi. Restorannya kecil tapi buset deh rame. Yang antri di luar ternyata rame juga, untung pas kesana langsung dapat seat. Thank God. Kemudian kita memesan makanan yang di recommend Mooque. Ada ayam, babi, thai papaya salad, dan nasi! For your information ya, nasi-nya ini nasi lengket! Huhuu. Nasi tapi mirip ketan. Cepet banget loh bikin kenyang, suwer! Terus, rasa pedasnya disini ga main-main. Benar-benar pedas deh. Bumbu pedasnya mirip rujak. Bayangkan makan rujak pake nasi *pengen nangis*

Tapi karena kita menghormati Mooque, kami pun makan dengan lahap. Rasa ayamnya aja yang paling normal nih. Hehehe. Dan begitu ingin bayar, eh malah si Mooque yang bayarin kita! Ditraktir dan aku liat bill-nya kita dinner tadi 1200an Baht! Buset deh. Baru kenal sebentar loh. Kemudian kita foto bareng dan dia foto pake mini instax nya. Pokoknya kalo Mooque dateng ke Bali pastilah kita service yah. Rasanya sedih harus pisah sama Mooque. Ngerasa banget udah kayak sahabat, apalagi kita pas seumuran. Orangnya asyik lagi. Huhuu. See you someday, mooque. Gonna miss you a lot.

Jam sudah menunjukan pukul 7.15PM dan kami segera menuju Siam BTS menuju Asok BTS (Interchange MRT). Dari sini, kami turun menuju Sukhumvit MRT, membeli tiket menuju Thailand Cultural Centre MRT. Beda 2 station lah. Bayar 25B sepertinya sekali jalan. Nah, sampai disana carilah Exit 1, nanti disana ada free shuttle bus menuju Siam Niramit Show. Benar-benar dipermudah ya. Untung banget pas kita udah keluar, langsung aja tuh shuttle bus-nya nongol. Aaahh, senangnya :)

Ga kebayang deh kalo perlu jalan lagi kalo mau kesana, benar-benar dipermudah ya wisatawan disini. Asiknya. Di mobil ga cuma ada rombongan kita, tapi ada 3 bule lainnya. Akhirnya sampai juga dan kita segera ke ticket counter. Dari sana kita menunjukan booking number dan membayar 1500B/tiket. Mahal sih ya, tapi worth it :)

Tempatnya luaaassss dan nyaman. Kami harus menitipkan barang kita di loker, ga perlu bayar tambahan. Hehehee. Benar saja, tempat duduk kita super VIP deh. Warna tempat duduknya aja isi balutan emas. Studionya besaarrr. Ada yang pernah nonton Bali Agung di Bali Safari Marine Park? Nah, ini mirip-mirip itu lah.

Tepat pukul 08.00 akhirnya pertunjukan dimulai, dengan pengantar dari berbagai bahasa kecuali Bahasa Indonesia. Hahahaa. Menceritakan tentang sejarah Thailand mulai dari Utara hingga Selatan. Gambaran Neraka dan Surga. Gambaran kehidupan masyarakat mereka dan kepercayaan yang mereka anut. Sampai Muay Thai juga ada di show ini loh. Lengkap deh sejarah Thailandnya! Dan penyajiannya begitu apik, mulai dari kostum, soundtrack, lighting, dan tata panggung. Menakjubkan!!!! A must watch deh kalo ke Bangkok! WOWW!

Setelah satu jam, akhirnya pertunjukan selesai. Di luar kamu bisa foto sama beberapa pemainnya yang menggunakan kostum khas Thailand. Setelah itu, kami segera mengejar shuttle bus pertama dan balik ke MRT lagi. 

Wahhh, capeknya. Bangkok benar-benar dahsyat deh. Pasar pagi sudah tutup, di jalan-jalan sudah mulai siap-siap buka Night Marketnya. Go-Go Bar pun sudah mulai menyala lengkap dengan cewek-cewek berpakaian minim di depannya untuk menarik pelanggan. Benar-benar kota yang ga tidur-tidur deh. 

SERUUU BANGET Perjalanan hari ini. Yeah, well I love Bangkok. Tapi masih tetap Chiang Mai yang jadi favorit! Harus istirahat total karena besok mesti ke Pattaya!

See you on my Pattaya’s adventure!

to be continued..

PENGELUARAN

Hotel : 1300B

One Day Ticket BTS : 120B

Boat ticket : 3x15 = 45B

Grand Palace : 400B

Lunch : 69B

MRT : 80B

Madamme Tussauds : 800B

Siam Niramit : 1500B

TOTAL : 4314B

Clipart: FETC     Theme: Robert Boylan     Host: Tumblr     Feed: RSS     History: Archive