26th of February 2012
 

The Hidden Truth of Pattaya

"Bad boys come to Pattaya begitulah ungkapan yang aku dengar dari salah satu guide yang merupakan warga sana. 

Sebenarnya mengapa kita merencanakan untuk singgah di Pattaya ya karena penasaran aja seperti apa sih Pattaya itu. Begitu sampai disana ya tentunya : panas! Public transport di kota ini tidak semudah di Bangkok dan orang-orangnya tidak seramah di Chiang Mai. Begitu banyak tipu muslihat dan buat kalian yang kesini tanpa guide harus punya banyak informasi terlebih dahulu supaya ga ditipu.

Kita telat bangun! Saking nyenyaknya tidur kita baru bangun jam 8 yang seharusnya kita uda sampai di Ekkamai station nih. Hahahaa. Setelah selesai giliran mandi dan sarapan yang banyak, kita segera jalan ke Sala Daeng BTS (Bangkok mass Transit System) Skytrain. Oyah, hotel kami dekat dengan Jim’s Thompson Shop yang sangat terkenal dengan sutranya. Kemarin aku sempat melihat-lihat kesana. Bagus deh. Tapi aku ga ngerti masalah kain jadi memutuskan untuk tidak beli. Yang dijual disana bukan kain sutra saja, tapi ada tas dan dompet juga loh. Desainnya lucu-lucu banget!

Setelah beli tiket seharga 35B, akhirnya kami sampa juga di Ekkamai Station. Kita agak bingung nih exitnya, mungkin belum di pasang. Beruntung kita ketemu orang yang bawa koper dan bisa bahasa Inggris. Trus tanya deh dan ternyata dia juga menuju ekkamai station jadinya ngikut dia aja.

Sampai disana kita buru-buru cari tiket ke Pattaya. BERUNTUNG BANGET! Bis yang jam 9 (sekitar 10menitan lagi berangkat) dan syukurlah masih ada sisa kursi buat kita. Telat dikit aja kita harus nunggu 30menit lagi bis selanjutnya. Thank God!

Nama bis-nya Roong Reuang Coach, sepertinya milik pemerintah Thailand. Interval keberangkatan tiap 30 menit mulai dari jam 05.30am. Keren yah pengaturannya? Bis-nya pun terbilang cukup nyaman untuk perjalanan 2 jam. SERUUUU!

Oya aku duduk sama orang Vietnam yang ke Pattaya jemput sodaranya. Untung bisa bahasa Inggris tapi secukupnya sih. Ga ada yang se-oke Mooque deh bahasa Inggrisnya. Huhuhuu.

Di perjalanan aku menelpon Tiffany’s Show untuk booking tiket. Ini merupakan Ladyboy show. Sebenarnya banyak pilihan untuk ladyboy show di Thailand karena memang industri ladyboy digunakan untuk menarik wisatawan (bayangkan kalo ladyboy itu tinggal di Indonesia). Selain Tiffany’s, ada juga Alcazar (tiketnya lebih murah karena lebih baru), di Bangkok juga ada. Tapi kenapa aku pilih Tiffany’s? Pada tahun 2001, mereka satu-satunya show dari Asia Tenggara yang menduduki posisi ke-empat dalam The Top 10 Show Around The World, yang menang Moulin Rounge di Paris. Selain itu Phuket Fantasy dari Thailand juga berada di posisi ke-5. Keren yah?

Kalo takut kehabisan tiket dan dapat tempat duduk yg bagus, sama seperti membeli Siam Niramit Show Tiket, kalian bisa reservasi dulu. Cukup call : 038 421 700 5 or 038 429 642 dan pilih pesan tiket yang mana. Aku sih pesan tiket Deluxe seharga 800B. Lumayan ya harga tiketnya, ya begitulah.

Akhirnya kami sampai juga di Pattaya Bus Station. Begitu sampai disana sudah ada Songthew (mobil pick up yang ada penutup di bagian belakangnya) yang tujuannya menuju Pantai, cukup bayar 20B. Akan tetapi, karena tujuan pertama kami adalah Mini Siam yang jaraknya cukup dekat dengan bus station, kami tidak bs naik Songthew. Kemudian, kita segera bertanya dengan Pattaya Tourist Information yang letaknya di bus station. Mereka memberi kami pilihan untuk naik ojek dan perlu membayar private 30B tiap orang. Ihh sebel padahal jaranknya ga sejauh pantai, tapi kita ga ada pilihan lain dan yowislah.

Pattaya ini agak menyebalkan, jujur. Terutama transportasinya, mahal dan liar. Jangan deh sekali2 naik taxi disini, jarak yang cuma deket banget bisa dimintain 250B. Harus sabar apalagi saat itu PANASSSSS BANGET!

Akhirnya kami pun sampai di Mini Siam, masih sepi dan mataharinya terik banget deh. Langsung aja deh kita beli minum disana seharga 10B. Setelah itu kami pun segera masuk ke dalam setelah membeli tiket seharga 200B. Mini Siam, seperti namanya, merupakan miniatur-miniatur mini dari seluruh daerah di Thailand. Tidak hanya negaranya sendiri, tapi juga seluruh dunia seperti Eiffel Tower, Liberty Statue, sayangnya ga ada Borobudur. Asiknya deh! setelah puas foto-foto selama sejam-an lebih, kami pun keluar dengan perut yang lapar. Untung ada McD dekat sana, tinggal jalan sedikit.

Haaaahhh! Dingin! Puas-puasin deh disana sambil bingung mikirin transport menuju ke Sanctuary of Truth, destinasi selanjutnya. Dengan 49B, aku mendapatkan makan siang yang cukup mengenyangkan. Hmmm. Kemudian kami pun segera keluar menunggu Songthew yang lewat menuju ke bus station lagi. Kalo dimintain 250B, jangan mau yah!! Itu bearti kalian sewa mobil, private. Lihat saja dari jumlah orang yang ada di dalamnya. Akhirnya kami pun menemukan Songthew yang benar dan ada penumpang lain di dalamnya. Bayarannya cukup 20B tapi dia tidak mengantar ke bus station, jadi kita perlu jalan lagi deh. Hiks.

Di tengah perjalanan menuju ke stasiun bis, kita melihat markas besar Pattaya Tourist Information. Langsung masuk deh, adeeemmm. Kemudian kita pun menanyakan bagaimana cara menuju ke Sanctuary of Truth. Eh, mereka malah jualan paket tur. Sebel gak? Hmm. Ya sudah, kami pun memutuskan membeli tiket Sanctuary disana seharga 500B sudah termasuk delivery. Tapi kemudian dia minta maaf karena lagi ada tur siang itu menuju ke Sanctuary. Isshhh! Tapi dia pun menelpon temannya untuk mencari Songthew yang mau private menuju ke Sanctuary dan harus membayar 200B. Ya uda deh. Kita oke saja.

Setelah lumayan lama menanti, sekitar 15menitan, Songthew kami pun sampai. Kami pun berpamitan dengan guide yang seperti orang India, dia yang menemani kami daritadi. Dia juga yang menceritakan memang Pattaya masih berkembang dalam hal tourism-nya. Jadi harap maklum katanya, dia juga yang memberi tahu jangan naik Songthew atau taxi yang memberi harga 250B. Memamng masih banyak penipu disini, apalagi kalo udah nanya pake bahasa Inggris langsung kena deh! 

Ternyata perjalanan ke Sanctuary of Truth lumayan jauh loh dan berkelak-kelok. Ternyata letaknya di bukit terus turun ke pantai. Indahhh! Setelah membeli tiket seharga 500B, kami pun segera masuk. Oyah karena aku pake celana pendek aku harus menggunakan kain untuk menutupi kaki-ku. Karena sudah baca dan mempersiapkan sebelumnya, aku sudah bawa kain sendiri deh. Awalnya untu syal aku gunakan sebagain kamen hehee.

Kita pun harus turun ke bawah yang lumayan curam untuk menuju pantai tempat lokasinya. Karena sedang dalam masa konstruksi, kami pun harus menggunakan helm untuk melindungi kepala kami. 

Kemudian kami pun di pandu menuju ke Sanctuary of Truth yang sangat…. menakjubkan! Kita sudah liat Grand Palace dan ini juga ga kalah menakjubkan! Semua bangunan di buat dari kayu dan mereka bisa membangunnya di pantai! GOD! BAGUS BANGET! TAKJUB!

Yang menjadi guide kami adalah seorang wanita dan ternyata sudah banyak bule juga di rombonganku. Bahasa Inggrisnya bagus dan dia biacara cepet banget. Tapi cukup dimengerti kok. Bangunan ini dibangun berdasarkan keyakinan dan prinsip Budha yang tentunya mirip-mirip Hindu, jadi kita pada paham. Takjubnya yah, setiap jengkal bangunan ini di pahat dan indah banget. Dan semuanya terbuat dari kayu, bayangkan! Dan mereka pun memberi tahu kami bagaimana cara konstruksi-nya dan teknik cara membangun yang ditemukan oleh leluhur mereka. A MUST VISIT PLACE IN THAILAND!


Kemudian, di sesi akhir saat kami pun di ramal berdasarkan naungan planet apakah kami saat lahir. Aku Venus yang katanya merupakan orang yang bijaksana dan tidak mau diatur oleh siapa pun. Hahahaa. Bener gak sih?

All I could say from this place is… WOW!

Setelah sekitar 2 jam-an kami berada disana, dan puas foto-foto kami pun segera menuju destinasi selanjutnya yakni Ripley’s Believe It or Not. Di Pattaya merupakan satu-satunya tempat di Asia yang didirikan Ripley’s untuk museumnya. Jadi wajib kesana deh!

Karena tidak adanya transport lain, kami pun harus menyewa taxi yang sudah disiapkan tempat ini. Karena Ripley’s terletak di Royal Garden Plaza Mall, kami harus membayar 250B untuk menuju ke daerah Selatan. Ya sih, memang jaraknya jauh. Semakin banyak yang ikut semakin murah, sebenarnya.

Di perjalanan, kami pun menyusuri pantai yang rame banget sama turis. Persis Bali deh. Bar-bar di pinggir jalan, tapi mana yang lebih kotor yah? Hmmm. Sama sepertinya, hmmm.

Mall ini gampang dikenali sih, sepertinya mall terbesar deh disini. Ripley’s terletak di lantai paling atas dan setelah ganti baju kami pun segera kesana. Asiknya adem. Nah di Ripley’s ini kalian bisa beli masing-masing tiket wahananya, kalo mau sekalian semua lebih murah yakni 1200B. Masuk semuanya. Waktu itu aku beli yang masuk semua, agak rugi sedikit karena kita ga berani masuk rumah hantunya. SEREM GILAK! Dari luar aja uda serem. Kita uda ngantre masuk nih tapi ga berani. Buset deh, masa yang keluarga hantu bawa gergaji beneran yang gede itu, hiks. Kayaknya thriller gitu deh. Ya ampun, takut, kirain kayak di Trans Studio cuma gitu doang. Ga berani deh. Kalo mau beli aja Museum Ripley’s udah cukup sih. Tapi karena pertama kali kesana jadi mau cobain semua deh! Lumayan.

Setelah keliling-keliling dan main-main selama 1 jam, kita pun segera keluar dan menuju tempat Tiffany’s Show yang mulai jam 6pm. Keluar dari Mall, kita harus segera mencari Songthew. Sambil jalan, kita mencari Songthew yang gak penuh dan akhirnya ketemu juga. Hehehee. Setelah tanya bule, kita tinggal lurus terus aja. Di kiri jalan tempatnya, bakal keliatan plang Tiffany’s Show-nya gampang dicari. Di tiap tiang besi Songthew ada bel yang kita pencet kalo berhenti. Ketahuan pas si bule udah mau turun hahaa. Ternyata jalannya lurus terus panjang. Di sekitar jalan banyak banget toko-toko, turis, ladyboy, orang-orang naik motor ga pake helm. Bener-bener daerah turis deh, banyak bulenya.

Akhirnya sampai juga! Tempatnya mewah banget deh! Gede pula, mirip istana. Wow! Kemudian kita pun foto di depan sebelum gelap dan sebelum rame. Kami pun segera ke tempat tiket dan memberikan kode reservasi. Setelah mendapat tiket, aku jalan-jalan lihat-lihat foto para ladyboy yang buseettt deh cantiknya minta ampun. Ternyata tiap tahun mereka mengadakan pemilihan Miss Tiffany World, kelas internasional nih ladyboynya. Hmmm. Kagum sekaligus kaget!

Tak menunggu lama, kita pun dipersilahkan masuk ke ruang tunggu. Ruangan Deluxe VIP jadi satu, sedangkan kalo beli tiket lebih murah beda lagi. Aku pun naik tangga dan masuk ke ruangan seperti ruang tamu di dalam merah yang arsitekturnya gaya eropa. Mewah banget. Kita pun diberikan welcome drink berupa coca-cola atau fanta yang bisa dibawa ke dalam sambil nonton. Cool! Tempat nunggunya benar-benar mewah! Wow! Ga tanggung-tanggung dan worth it banget duit keluar segitu.

Akhirnya, jam 6 tepat kita pun masuk ke seat masing. Kita dapat seat pas di tengah2 nih, bagus deh. Show-nya bagusssss dan waaaahhhhhh banget. Mulai dari make up, kostum, tata panggung, dance, semuanya bagus. Dan ga nyangka mereka semua itu lady boy!!!!!! AAAAAAA!! Benar-benar penutup liburan di Thailand yang kece! Keren!

Show-nya berlangsung selama 75menit. Dan kita pun mengejar bus jam 9, paling lambat jam setengah 10 karena BTS di Bangkok tutupnya jam 12. Di luar, para ladyboy uda panggil-panggil deh, melambaikan tangan sambil pegang duit, siap berfoto bersama kita kalo dikasi duit. Cantik sih cantik, tapi suaranya masih agak berat, suara cowok. Ada juga beberapa yang suara cewek sih. Hmmm. Susah nyembunyiin suara. Tapi rata-rata sudah operasi wajah dan payudara-nya. Hmm.

Aku pun berfoto dan memberi 100B pada ladyboy favorit! Biar ada kenang-kenangan. Hehehee. Cantikkkk banget! Kalah deh! Hahahaa :D

Sudah jam setengah 8, kita pun berjalan mencari tempat makan di perempatan besar North Road. Tinggal jalan lurus aja terus nyebrang. Nah nanti disana kita cari Songthew menuju stasiun bis. Masyarakat yang tinggal di Pattaya kurang ramah. Beda banget sama Chiang Mai. Kalo di Bangkok sih rada mirip sama Singapore. Nah, Chiang Mai ini orangnya ramaahh banget dan ga ada intrik dan tipu-tipu deh. Beda sama Pattaya. Hmm. Jadi kalo mau ke Pattaya sendiri tanpa tur, ya harus kaya informasi yah. Terutama untuk transportasinya. Pattaya seperti baru hidup kalo sudah malam. Walking Streetnya rame dengan lampu-lampu dan cewek-cewek yang menawarkan jasa Go-Go Show atau pun prostitusi. Sebelumnya aku belum pernah melihat dengan nyata kehidupan seperti ini yang ternyata benar-benar ada. Prostitusi di Thailand memang sangat keras, ingat kan waktu kita Thai Massage di Chiang Mai. Yang cowok-cowok pada ditawarin pijat plus-plus. Wah! 

Mungkin di Bali juga ada ya, tapi belum pernah melihat sebelumnya. Sebenarnya yang cowok-cowok pengen nonton Go-Go Bar atau Ping Pong Show khas Thailand itu, tapi dengar-dengar banyak sekali kasus penipuannya. Karena kita tidak bersama guide orang sana, ya sudah deh mending jangan dari pada kena tipu ribuan baht. Lumayan banget tuh buat belanja! Hehehe.

Food court yang kita tuju ini besar dan tepat di perempatan jalan. Strategis banget. Dan waktu itu ada live match MU vs City! Tambah girang deh! Dengan 46B kita sudah dapat makan malam yang mengenyangkan. Satu yang paling suka di Thailand adalah makanannya muraaaahhhh deh, kalo dibandingin sama Singapore. Karena rame, kita pun menunggu lumayan lama nih 15 menitan tapi tidak terasa karena ada MU vs City!! Duh, senangnya. 

Setelah selesai makan, kami pun segera menyebrang sambil mencari Songthew yang mau menuju bus station. Harus sabar ya, karena kebanyakan dari mereka sudah di sewa private. Akhirnya ketemu juga! 

Kami pun dapat teman baru lagi. Dia orang Prancis yang belajar bahasa Thailand. Hobinya diving dan ke Pattaya memang khusus untuk diving. Banyak banget deh ngobrol sama dia. Asik, karena bahasa Inggrisnya lancar banget dong yang jelas. Ternyata dia kena bayar 250B untuk Songthew-nya. Kasian deh si bule. Dia juga setuju kalo Pattaya itu mahal dan belum teratur sistem public transportnya, tidak seperti Bangkok. Kemudian dia menceritakan perjalanan kenapa dia bisa sampai ke Thailand dan betapa inginnya pergi ke Indonesia. 

Ini nih asiknya travelling, ketemu orang baru dan pengalaman baru. Kita bisa saling tukar ide dan pendapat dan menceritakan kehidupan masing-masing. Selain itu sekalian deh belajar bahasa Inggris, hehee.

Begitu sampai dan sudah bayar 20B, ternyata bis yang jam 9PM sudah habis. Kami pun harus membeli tiket yang jam 9.30. Karena sudah punya teman baru kita pun ngobrol sama dia. Cewek, sendiri, sebenarnya dia asal Afrika Selatan tapi lahir di Prancis. Asik banget yah lahir di Prancis huhu kapan kesana.

Ternyata menunggu sama sekali ga kerasa kalo udah ngobrol, akhirnya kami pun berangkat. Di bis, kami pun tetep update score MU vs City dan berakhir seri. Sebel ga sihhh. Padahal sudah mimpin 3 gol awalnya. Pertandingan ini juga merupakan come back-nya Paul Scholes. Eh kok jadi bahas bola.

Bis yang kita pake sama seperti yang kita gunakan saat berangkat. Diturunin pun di tempat yang sama. Jam setengah 12 akhirnya kami sampai juga di Ekkamai Station. Dingiiinnnn. Setelah mengucapkan salam perpisahan dengan teman baru (lupa namanya), kami pun bergegas ke Ekkamai BTS, takut udah tutup. Setelah beli tiket seharga 35B, kami pun menuju Sala Daeng BTS.

Nah, lagi-lagi nih di BTS aku ketemu transaksi jasa prostitusi. Adalah satu bule, ganteng, dan masih muda duduk di sebelah wanita Thailand yang sepertinya udah tua (beneran tua loh mukanya!) tapi badannya masih oke (boobs dan ass yang gede), mengenakan celana pendek dan kaos yang ketat, dandan agak menor. Hmm.

Mungkin kita dikira orang sana yang ga ngeri Bahasa Inggris yay dan muka juga sudah rada-rada ngantuk, ternyata kita jadi memperhatikan dengan seksama. Ga terang-terangan sih. Cuma dimulai dengan kalimat “Rumahku cuma beberapa stasiun dari sini, mau ikut mampir sebentar” si cewek pun malu-malu mau. Kemudian cowok pun memperlihatkan tas ranselnya yang sepertinya isi uang, kemudian si cewek geleng-geleng malu. Perkiraan cingur sih duitnya sedikit. Hahahahaaa. “Ayolah, kamu pasti suka” kata si cowok kemudian memperlihatkan ranselnya lagi. Nah, mungkin duitnya sudah cukup si cewek diem aja terus pas turun eh bareng juga turun dan jalan bareng si bule. Sudah deal!

Wowww! Benar-benar…. hal yang baru pertama kali kulihat. Dan terjadi transaksi di tempat umum loh! Ga nyangka aja aku bakal melihat hal seperti itu disini, dan sepertinya sudah sangat biasa terjadi disini. Di Bali ada yang kayak gitu ga sih?

Begitu turun dari Sala Daeng BTS, Bangkok serasa baru bangun! Night Market pada buka. Bar-bar juga mulai rame, lengkap dengan wanita penghibur di depannya. Ada beberapa gadis di dalam kaca siap di pilih. Wowww sekali lagi. Ga pernah liat yang beginian! Setelah mampir di Sevel, kami pun segera ke hotel. Capek, mau mandi. Tapi masih pengen jalan-jalan, tapi besok flight pagi jam 6. 

Sebelum ke kamar, kami lapor dulu sama receptionist mau pesan mobil buat nganter ke bandara. Ternyata lagi ga ada supir kalo jam 3 pagi. Waduh. Tapi katanya nanti dicarikan taxi dan daerah Siam ini memang ga pernah kekurangan taxi. Pasti ada aja taxi dengan argo nongkrong dekat hotel. Aman.

Setelah selesai mandi, kita pun galau mau tidur atau nggak mengingat kejadian tadi pagi yang nggak kebangun walaupun pake alarm. Nanggung sih cuma 3 jam lagi. Akhirnya, kami pun memutuskan jalan-jalan keluar. Ga mungkin sepi walau jam 1 sekali pun! Di jalanan rame, terutama di daerah Siam ini yah. Jajanan yang tidak lazim pun mulai keluar, kayak ulat sutra, kecoak, dan berbagai serangga goreng. HIYYYY! Ga niat nyoba, no thanks. Katanya sih ulat sutranya enak but still no thanks! Akhirnya beli ceker goreng aja deh buat ngemil. 

Cowok-cowoknya nih pada pengen banget masuk ke Bar. Aku mah ogah, takut diculik dan ditipu. Akhirnya kita memutuskan kembali ke hotel setelah liat-liat sebentar night life di Bangkok. Sambil tidur-tiduran dan instagraman, kita pun nunggu jam setengah 3. 

Akhirnya tiba juga waktu kita untuk berangkat ke Airport. Gonna miss this place, huhuu. Pengen ke Bangkok lagi suwer deh! Begitu sampai di Airport, kita sempat tiduran disana nunggu check-in bagasi buka. Jam segini toko-toko duty free udah pada buka sih beberapa, nyaman banget tempatnya di dalam dan bagussss banget deh. Walaupun belum ada sih yang ngalahin Changi. 

Setelah menghabiskan sisa duit terakhir, akhirnya kami harus pulang. Love love love Thailand. Semoga bisa ke sini lagi nanti dan bisa mengunjungi Phuket! 

selesai…

PENGELUARAN

BTS Sala Daeng - Ekkamai - Sala Daeng : 70B

Tiket bis Bangkok - Pattaya - Bangkok : 226B

Ojek : 30B

Songthew ke bus station : 20B

Mini Siam : 200B

Lunch : 49B

Songthew ke Sanctuary : 100B

Sanctuary of Truth : 500B

Minivan ke Ripleys : 125B

Ripley’s : 1200B

Songthew ke Tiffany : 20B

Tiffany’s Show : 800B

Dinner : 46B

Songthew ke bus station : 20B

TOTAL : 3206B

Clipart: FETC     Theme: Robert Boylan     Host: Tumblr     Feed: RSS     History: Archive